Diawasi olehLogo
← Kembali ke Glossary

Psychosocial Risk Assessment

Lanjutan
Juga dikenal sebagai: Penilaian Risiko Psikososial

Proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi faktor-faktor di tempat kerja yang berpotensi membahayakan kesehatan psikologis karyawan.

Apa Itu Penilaian Risiko Psikososial?

Penilaian risiko psikososial adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor-faktor di tempat kerja yang dapat membahayakan kesehatan mental karyawan — seperti beban kerja, kontrol, dukungan, kepemimpinan, dan keamanan kerja. Sama seperti penilaian risiko fisik mengidentifikasi bahaya keselamatan, penilaian risiko psikososial mengidentifikasi bahaya psikologis agar dapat dikelola sebelum menimbulkan kerugian.

Relevansi untuk Karyawan Indonesia

Penilaian risiko psikososial adalah langkah praktis untuk menerapkan ISO 45003 dan semangat Permenaker 5/2021. Ia mengubah pengelolaan kesehatan mental dari reaktif menjadi proaktif. Data Riliv menunjukkan pola distress yang struktural dan dapat diprediksi per industri — 41% curhatan menyentuh 2+ domain masalah besar simultan; 16% menyentuh 3+ domain. Penilaian yang baik dapat menangkap pola-pola ini sebelum mereka mengeskalasi menjadi krisis individu, memungkinkan intervensi pada akarnya.

Apa yang Dinilai

  • Beban kerja dan tuntutan pekerjaan
  • Tingkat kontrol dan otonomi pekerja
  • Dukungan dari atasan dan rekan
  • Kualitas kepemimpinan dan hubungan kerja
  • Kejelasan peran dan ekspektasi
  • Keamanan kerja dan manajemen perubahan

Bagaimana Melakukannya

Penilaian risiko psikososial menggunakan kombinasi survei tervalidasi, data agregat kesejahteraan, dan masukan kualitatif dari karyawan. Hasilnya mengarahkan intervensi struktural, bukan hanya program individu. Alat seperti asesmen kesejahteraan berkala (misalnya RWI atau DASS-21 agregat) dapat menjadi bagian dari proses ini, memberi gambaran objektif tentang di mana risiko terbesar berada.

Rujukan & Sumber Otoritas

  1. ISO 45003:2021 — risk assessment guidance
  2. Cox et al. (2000) — Research on Work-Related Stress (EU-OSHA)
  3. Data internal Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026)

Klaim berbasis data Riliv merujuk pada Clinical Evidence Riliv (Riliv Problem Taxonomy v1.0, 2026 — n=1.241 sesi konseling DASS-21 + 9.806 survey, 28 perusahaan).

Riliv — Better Mind, Better You

Kamus ini disusun Riliv sebagai sumber edukasi kesehatan mental kerja untuk HR, pemimpin, dan karyawan Indonesia. Data riset bersumber dari Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026): analisis 1.241 sesi konseling ber-DASS-21 dan 9.806 survey response dari 28 perusahaan klien Riliv lintas 8 kluster industri.

Butuh bantuan? Layanan kesehatan jiwa Kemenkes: 119 ext 8. Untuk dukungan kesehatan mental karyawan di organisasimu, kunjungi riliv.co.

Catatan metodologis: angka prevalensi (mis. 69,4% Anxiety Severe+) berasal dari populasi karyawan yang sudah mencari bantuan konseling, bukan populasi karyawan Indonesia umum. Glosarium ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis atau penanganan profesional.