Dukungan terintegrasi untuk membantu perguruan tinggi melaksanakan PPKPT, mulai dari pencegahan, penanganan dan pendampingan kasus, hingga pemantauan dan evaluasi.
Riliv membantu proses PPKPT lebih terstruktur dan terpantau sepanjang tahun, tanpa mengambil alih kewenangan Satgas dalam pemeriksaan dan pengambilan keputusan.

Setelah laporan diterima, Satgas masih perlu memahami informasi dan kronologi, melihat urgensi, menentukan penanggung jawab, mengoordinasikan bantuan, memantau tindak lanjut, hingga mendokumentasikan hasilnya.
Menerima laporan dari berbagai kanal yang tersedia di kampus.
Mengumpulkan detail kejadian dan memahami konteksnya.
Menilai tingkat risiko dan kebutuhan penanganan segera.
Menunjuk penanggung jawab yang akan menindaklanjuti kasus.
Menghubungkan korban dengan pihak terkait (layanan psikologis, rujukan, dll).
Memastikan proses berjalan sesuai rencana dan kebutuhan korban.
Menyimpan catatan kasus, tindakan, dan hasil penanganan sebagai referensi.
Dalam praktiknya, proses tersebut sering tersebar di berbagai kanal dan dokumen.
Akibatnya, informasi, penanggung jawab, dan tindak lanjut perlu terus ditelusuri kembali.
Ketika mahasiswa semakin berani meminta bantuan, sistem di belakangnya harus siap bekerja.
Modul edukasi dan resource untuk membantu mahasiswa dan sivitas memahami PPKPT, batas perilaku, serta cara mencari bantuan.
Satu pintu bantuan untuk menerima laporan atau kebutuhan mahasiswa, mengumpulkan informasi awal, dan memahami tingkat urgensi.
Akses ke dukungan psikologis serta proses rujukan ketika mahasiswa membutuhkan bantuan profesional atau kapasitas tambahan.
Status kasus, penanggung jawab, tenggat, tindak lanjut, rekomendasi tindakan, dan data evaluasi dalam satu alur yang lebih rapi.
Riliv menyiapkan prosesnya. Satgas tetap memegang analisis, keputusan, dan tindakan institusional.
Mahasiswa tidak perlu memahami struktur organisasi kampus terlebih dahulu. Mereka cukup menyampaikan apa yang sedang dialami melalui kanal yang disediakan kampus dan diarahkan ke jalur bantuan yang sesuai.
Bukan sekadar mengetahui berapa laporan yang masuk. Satgas dapat melihat kasus yang membutuhkan perhatian, tingkat prioritas, penanggung jawab, batas waktu, dan tindakan berikutnya.
Implementasi dapat disesuaikan dengan struktur, sistem, dan tata kelola yang sudah dimiliki masing-masing perguruan tinggi.
Demo singkat untuk melihat alur mahasiswa, dashboard Satgas, pengelolaan kasus, dukungan psikologis, dan pelaporan dalam satu pengalaman.
