Diawasi olehLogo
← Kembali ke Glossary

Peer Support Program

Lanjutan
Juga dikenal sebagai: Program Dukungan Sebaya

Program di mana karyawan yang terlatih memberikan dukungan emosional kepada rekan kerja yang mengalami kesulitan, melengkapi (bukan menggantikan) layanan profesional.

Apa Itu Peer Support Program?

Peer Support Program melibatkan karyawan yang dilatih untuk menjadi titik dukungan pertama bagi rekan-rekan mereka. Mereka bukan terapis, melainkan rekan yang mendengarkan dengan empati dan mengarahkan ke bantuan profesional bila perlu. Kekuatannya terletak pada kedekatan — kadang seseorang lebih mudah bicara ke rekan daripada ke profesional asing.

Relevansi untuk Karyawan Indonesia

Dalam kultur Indonesia yang menghargai kedekatan personal dan ewuh-pakewuh, peer support bisa menjadi jembatan yang efektif. Banyak karyawan menulis bahwa mereka 'baru pertama kali cerita'. Peer support yang baik bisa menjadi titik di mana keheningan itu pertama kali pecah. Namun perlu kehati-hatian: peer supporter harus tahu batasannya dan kapan harus mengeskalasi.

Elemen Program yang Sehat

  • Pelatihan yang memadai untuk peer supporter
  • Batasan peran yang jelas — mendengarkan, bukan mendiagnosis
  • Jalur eskalasi ke profesional yang mudah
  • Dukungan untuk peer supporter sendiri agar tidak burnout
  • Kerahasiaan yang dijaga

Catatan Penting

Peer support melengkapi, bukan menggantikan, layanan profesional. Risiko terbesarnya adalah membebani peer supporter dengan masalah berat tanpa dukungan memadai, yang bisa menyebabkan compassion fatigue. Program harus dirancang dengan jaring pengaman bagi para supporter.

Rujukan & Sumber Otoritas

  1. Mental Health First Aid International — peer support guidance
  2. Shalaby & Agyapong (2020) — JMIR Mental Health (peer support review)
  3. Data internal Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026)

Klaim berbasis data Riliv merujuk pada Clinical Evidence Riliv (Riliv Problem Taxonomy v1.0, 2026 — n=1.241 sesi konseling DASS-21 + 9.806 survey, 28 perusahaan).

Riliv — Better Mind, Better You

Kamus ini disusun Riliv sebagai sumber edukasi kesehatan mental kerja untuk HR, pemimpin, dan karyawan Indonesia. Data riset bersumber dari Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026): analisis 1.241 sesi konseling ber-DASS-21 dan 9.806 survey response dari 28 perusahaan klien Riliv lintas 8 kluster industri.

Butuh bantuan? Layanan kesehatan jiwa Kemenkes: 119 ext 8. Untuk dukungan kesehatan mental karyawan di organisasimu, kunjungi riliv.co.

Catatan metodologis: angka prevalensi (mis. 69,4% Anxiety Severe+) berasal dari populasi karyawan yang sudah mencari bantuan konseling, bukan populasi karyawan Indonesia umum. Glosarium ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis atau penanganan profesional.