Employee Resource Group (ERG)
Kelompok sukarela yang dibentuk karyawan berdasarkan identitas atau pengalaman bersama, yang dapat berperan dalam mendukung kesehatan mental dan rasa memiliki di tempat kerja.
Apa Itu ERG?
Employee Resource Group (ERG) adalah komunitas internal yang dibentuk karyawan secara sukarela atas dasar identitas, latar belakang, atau pengalaman bersama — misalnya kelompok orang tua bekerja, perempuan, atau karyawan perantau. ERG membangun rasa memiliki dan bisa menjadi ruang dukungan informal untuk kesehatan mental.
Relevansi untuk Karyawan Indonesia
ERG menjawab salah satu temuan penting Riliv: kesepian dan isolasi sosial muncul di sekitar 31% curhatan. Banyak karyawan merasa kantor adalah satu-satunya ruang sosial mereka — dan ketika dijauhi di kantor, tidak ada tempat lain. ERG menciptakan kantong-kantong rasa memiliki yang bisa menjadi penyangga terhadap isolasi ini, khususnya bagi kelompok rentan seperti perantau dan ibu bekerja yang baru kembali dari cuti.
Bagaimana ERG Mendukung Kesehatan Mental
- Menciptakan rasa memiliki dan koneksi sosial
- Menyediakan ruang aman untuk berbagi pengalaman serupa
- Menjadi saluran umpan balik ke manajemen tentang kebutuhan kelompok
- Mengurangi isolasi bagi kelompok minoritas atau rentan
- Bisa menjadi mitra dalam menyebarkan literasi kesehatan mental
Catatan Pelaksanaan
ERG paling efektif ketika didukung manajemen tapi dipimpin karyawan. Penting menjaga agar ERG tetap menjadi ruang dukungan, bukan beban kerja tambahan tanpa imbalan. Untuk topik kesehatan mental, ERG sebaiknya bekerja sama dengan layanan profesional, bukan menggantikannya.
Rujukan & Sumber Otoritas
- SHRM — Employee Resource Groups guidance
- Catalyst (2022) — ERG impact research
- Data internal Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026), kesepian 31% curhatan
Klaim berbasis data Riliv merujuk pada Clinical Evidence Riliv (Riliv Problem Taxonomy v1.0, 2026 — n=1.241 sesi konseling DASS-21 + 9.806 survey, 28 perusahaan).