Boreout
Kebalikan dari burnout: kondisi distress yang muncul dari kebosanan kronis, kurang tantangan, dan ketiadaan makna dalam pekerjaan, yang juga merusak kesehatan mental.
Apa Itu Boreout?
Boreout adalah konsep yang melengkapi burnout dari sisi berlawanan: distress yang muncul bukan dari beban berlebih, tapi dari kebosanan kronis, kurangnya tantangan, dan ketiadaan makna. Diperkenalkan oleh Rothlin & Werder (2007), boreout menggambarkan karyawan yang merasa tidak terstimulasi, kurang dimanfaatkan, dan kosong — yang ironisnya bisa sama merusaknya dengan burnout.
Relevansi untuk Karyawan Indonesia
Boreout relevan untuk pola stagnasi karier yang muncul dalam data Riliv — karyawan yang merasa terjebak dalam rutinitas tanpa pertumbuhan, atau menjalani pekerjaan yang sama selama bertahun-tahun tanpa makna baru. Ini terhubung dengan domain eksistensial. Karyawan dengan boreout mungkin tampak 'santai' dari luar, tapi mengalami erosi kesejahteraan yang nyata dari merasa tidak berguna atau tidak berkembang.
Tanda-Tanda Boreout
- Kebosanan kronis dan kurangnya tantangan
- Merasa kemampuan tidak dimanfaatkan
- Kehilangan makna dan tujuan dalam pekerjaan
- Apati dan penarikan diri
- Merasa terjebak tanpa pertumbuhan
- Pura-pura sibuk untuk mengisi waktu
Apa yang Bisa Dilakukan
Mengatasi boreout membutuhkan pengakuan bahwa kurang tantangan juga merusak. Memberi karyawan pekerjaan yang bermakna, kesempatan berkembang, dan otonomi membantu. Bagi individu, mencari cara menambah tantangan atau makna — atau mempertimbangkan perubahan peran — dapat membantu. Boreout mengingatkan bahwa kesejahteraan kerja membutuhkan keseimbangan: tidak terlalu banyak tuntutan, tapi juga tidak terlalu sedikit.
Rujukan & Sumber Otoritas
- Rothlin & Werder (2007) — Boreout!; Stock (2015) — boreout research
- Csikszentmihalyi (1990) — Flow (grounding)
- Data internal Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026), domain P9
Klaim berbasis data Riliv merujuk pada Clinical Evidence Riliv (Riliv Problem Taxonomy v1.0, 2026 — n=1.241 sesi konseling DASS-21 + 9.806 survey, 28 perusahaan).