Turnover Intention
Kecenderungan atau niat karyawan untuk meninggalkan perusahaan dalam waktu dekat. Sering menjadi indikator awal dari masalah kesejahteraan, engagement, atau kepemimpinan.
Apa Itu Turnover Intention?
Turnover intention adalah seberapa besar kemungkinan dan niat seorang karyawan untuk meninggalkan perusahaannya. Ini adalah prediktor turnover aktual yang penting karena memberi sinyal lebih awal — sebelum karyawan benar-benar resign. Mengukur turnover intention memungkinkan organisasi mengintervensi sebelum kehilangan talenta yang sulit digantikan.
Relevansi untuk Karyawan Indonesia
Turnover intention sering berakar pada masalah yang bisa dicegah. Di industri dengan turnover tinggi seperti F&B ritel — di mana Riliv mencatat 95% Anxiety Severe+ di F&B Ritel (MAKA24) — angka tertinggi di seluruh dataset Riliv — biaya rekrutmen dan pelatihan ulang sangat besar. Banyak kasus turnover di data Riliv terkait dengan burnout, toxic leadership, atau perasaan tidak dihargai. Niat resign adalah gejala; akarnya sering ada di kondisi kerja dan kesejahteraan.
Faktor Pendorong Turnover Intention
- Burnout dan kelelahan kronis
- Kepemimpinan yang toxic atau tidak adil
- Kurangnya pengakuan dan kesempatan berkembang
- Ketidakseimbangan kerja-hidup
- Kompensasi yang tidak sepadan
- Hilangnya makna atau koneksi dengan pekerjaan
Apa yang Bisa Dilakukan
Karena turnover intention adalah sinyal awal, ia memberi kesempatan untuk bertindak. Stay interview (kebalikan dari exit interview) dan asesmen kesejahteraan berkala membantu menangkap niat resign sebelum menjadi keputusan. Menangani akar — kesehatan mental, kepemimpinan, pengakuan — jauh lebih murah daripada biaya kehilangan dan menggantikan karyawan. Untuk industri dengan turnover tinggi, ini berdampak langsung pada ROI.
Rujukan & Sumber Otoritas
- Mobley (1977) — Journal of Applied Psychology (turnover process)
- Griffeth et al. (2000) — Journal of Management (meta-analysis)
- Data internal Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026), F&B Ritel turnover
Klaim berbasis data Riliv merujuk pada Clinical Evidence Riliv (Riliv Problem Taxonomy v1.0, 2026 — n=1.241 sesi konseling DASS-21 + 9.806 survey, 28 perusahaan).