Diawasi olehLogo
← Kembali ke Glossary

Quiet Quitting

Inti
Juga dikenal sebagai: Berhenti Diam-Diam

Fenomena di mana karyawan secara psikologis menarik diri dan hanya melakukan tugas minimum yang diperlukan, tanpa benar-benar resign. Sering menjadi gejala dari disengagement atau burnout yang tidak ditangani.

Apa Itu Quiet Quitting?

Quiet quitting adalah istilah yang viral pada 2022 untuk menggambarkan karyawan yang secara psikologis 'berhenti' tanpa benar-benar resign — mereka melakukan persis apa yang diminta dalam deskripsi pekerjaan, tidak lebih. Meski terdengar negatif, sebagian melihatnya sebagai penetapan batasan yang sehat. Namun ketika quiet quitting meluas, ia sering menjadi sinyal disengagement atau burnout kolektif.

Relevansi untuk Karyawan Indonesia

Quiet quitting di Indonesia sering merupakan gejala yang terlihat dari masalah yang tidak terlihat — kelelahan, kehilangan makna, atau merasa tidak dihargai. Data Riliv mengidentifikasi domain eksistensial dan burnout, di mana karyawan menjalani hidup 'autopilot'. Quiet quitting bisa menjadi tahap sebelum turnover, atau bentuk pertahanan diri terhadap lingkungan kerja yang menguras. Penting membaca akarnya, bukan menghakimi perilakunya.

Tanda-Tanda Quiet Quitting

  • Melakukan hanya tugas minimum yang diwajibkan
  • Berkurangnya inisiatif dan keterlibatan sukarela
  • Jarak emosional dari pekerjaan dan tim
  • Tidak lagi menyuarakan ide atau kekhawatiran
  • Menolak lembur atau tanggung jawab tambahan
  • Kehadiran fisik tanpa keterlibatan mental

Apa yang Bisa Dilakukan

Menanggapi quiet quitting dengan tekanan biasanya memperburuknya. Pendekatan yang lebih efektif adalah memahami akarnya — apakah burnout, kurangnya pengakuan, atau hilangnya makna. Sering kali quiet quitting adalah respons rasional terhadap lingkungan kerja yang tidak suportif. Memperbaiki kondisi kerja, mengakui kontribusi, dan menghubungkan kembali karyawan dengan makna pekerjaannya lebih efektif daripada menuntut 'lebih banyak'.

Rujukan & Sumber Otoritas

  1. Gallup State of the Global Workplace (2023)
  2. Sull & Sull (2022) — MIT Sloan Management Review
  3. Data internal Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026), domain P9

Klaim berbasis data Riliv merujuk pada Clinical Evidence Riliv (Riliv Problem Taxonomy v1.0, 2026 — n=1.241 sesi konseling DASS-21 + 9.806 survey, 28 perusahaan).

Riliv — Better Mind, Better You

Kamus ini disusun Riliv sebagai sumber edukasi kesehatan mental kerja untuk HR, pemimpin, dan karyawan Indonesia. Data riset bersumber dari Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026): analisis 1.241 sesi konseling ber-DASS-21 dan 9.806 survey response dari 28 perusahaan klien Riliv lintas 8 kluster industri.

Butuh bantuan? Layanan kesehatan jiwa Kemenkes: 119 ext 8. Untuk dukungan kesehatan mental karyawan di organisasimu, kunjungi riliv.co.

Catatan metodologis: angka prevalensi (mis. 69,4% Anxiety Severe+) berasal dari populasi karyawan yang sudah mencari bantuan konseling, bukan populasi karyawan Indonesia umum. Glosarium ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis atau penanganan profesional.