Quiet Firing
Praktik di mana perusahaan atau manajer secara halus membuat karyawan merasa tidak diinginkan atau frustrasi sampai mereka resign sendiri, alih-alih memecat secara langsung.
Apa Itu Quiet Firing?
Quiet firing adalah kebalikan dari quiet quitting — di sini perusahaan atau manajer yang secara halus mendorong karyawan untuk pergi. Caranya: tidak memberi kenaikan gaji, mengabaikan dalam promosi, menahan kesempatan berkembang, atau membuat lingkungan kerja begitu tidak nyaman sehingga karyawan akhirnya resign sendiri. Ini cara menghindari proses pemecatan formal, tapi dampaknya pada kesehatan mental karyawan bisa sangat merusak.
Relevansi untuk Karyawan Indonesia
Quiet firing relevan dalam konteks di mana karyawan merasa terjebak — diperlakukan dengan cara yang membuat mereka ingin pergi, tapi tanpa kejelasan. Ini terhubung dengan pola dalam data Riliv tentang kurangnya pengakuan dan janji karier yang tidak terealisasi. Karyawan yang mengalami quiet firing sering bingung dan menyalahkan diri sendiri, tidak menyadari mereka sedang didorong keluar. Ketidakjelasan ini sangat merusak kesehatan mental.
Tanda-Tanda Quiet Firing
- Diabaikan dalam promosi dan kenaikan gaji secara konsisten
- Tanggung jawab penting diambil tanpa penjelasan
- Tidak diberi kesempatan berkembang
- Dikucilkan dari komunikasi dan keputusan penting
- Umpan balik yang tidak jelas atau tidak ada
- Lingkungan yang sengaja dibuat tidak nyaman
Apa yang Bisa Dilakukan
Bagi karyawan yang mencurigai quiet firing, mencari kejelasan secara langsung dan mendokumentasikan situasi membantu. Bagi organisasi, quiet firing adalah praktik yang merusak — tidak adil bagi karyawan dan beracun bagi budaya. Komunikasi yang jujur, bahkan ketika sulit, jauh lebih manusiawi dan sehat daripada mendorong seseorang keluar secara diam-diam. Transparansi dan keadilan adalah penangkalnya.
Rujukan & Sumber Otoritas
- Gallup (2022) — manager engagement commentary
- Tepper (2000) — abusive supervision (grounding)
- Data internal Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026)
Klaim berbasis data Riliv merujuk pada Clinical Evidence Riliv (Riliv Problem Taxonomy v1.0, 2026 — n=1.241 sesi konseling DASS-21 + 9.806 survey, 28 perusahaan).