Diawasi olehLogo
← Kembali ke Glossary

Workplace Bullying (Perundungan Kerja)

Penting
Juga dikenal sebagai: Bullying di Tempat Kerja, Mobbing

Perilaku merugikan yang berulang dan disengaja terhadap seorang karyawan, seperti intimidasi, penghinaan, atau pengucilan, yang berdampak serius pada kesehatan mental korban.

Apa Itu Workplace Bullying?

Workplace bullying adalah perilaku negatif yang berulang dan disengaja terhadap seseorang di tempat kerja — intimidasi, penghinaan, kritik tidak adil yang terus-menerus, pengucilan, atau penyebaran rumor. Yang membedakannya dari konflik biasa adalah pola berulang dan ketidakseimbangan kekuasaan: korban merasa sulit membela diri. Bullying dapat datang dari atasan, rekan, bahkan bawahan.

Relevansi untuk Karyawan Indonesia

Perundungan kerja di Indonesia sering tidak dilaporkan karena takut konsekuensi atau dianggap 'biasa'. Data Riliv mencatat domain identitas, stigma, dan bullying — termasuk diejek, di-ngerasani (digosipkan), dan dikucilkan. Pola pengucilan sosial sangat menonjol, misalnya perempuan yang dijauhi setelah kembali dari cuti melahirkan. Bullying meninggalkan dampak mental serius dan berkontribusi pada kecemasan, depresi, dan turnover.

Tanda-Tanda Workplace Bullying

  • Kritik atau penghinaan yang berulang dan tidak adil
  • Pengucilan sosial yang disengaja
  • Intimidasi atau ancaman
  • Penyebaran rumor atau gosip merugikan
  • Beban kerja yang sengaja dibuat mustahil
  • Korban merasa terisolasi dan tidak berdaya

Apa yang Bisa Dilakukan

Menangani bullying membutuhkan kebijakan yang jelas, jalur pelaporan yang aman (tanpa takut pembalasan), dan tindakan tegas. Korban membutuhkan dukungan kesehatan mental karena dampaknya nyata dan dalam. Pada level budaya, psychological safety dan kepemimpinan yang tidak menoleransi perilaku merugikan adalah pencegahan terbaik. Penting untuk tidak menyalahkan korban atau meremehkan pengalaman mereka.

Rujukan & Sumber Otoritas

  1. Einarsen et al. (2011) — Bullying and Harassment in the Workplace
  2. Nielsen & Einarsen (2012) — Work & Stress (meta-analysis)
  3. Data internal Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026), domain P8

Klaim berbasis data Riliv merujuk pada Clinical Evidence Riliv (Riliv Problem Taxonomy v1.0, 2026 — n=1.241 sesi konseling DASS-21 + 9.806 survey, 28 perusahaan).

Riliv — Better Mind, Better You

Kamus ini disusun Riliv sebagai sumber edukasi kesehatan mental kerja untuk HR, pemimpin, dan karyawan Indonesia. Data riset bersumber dari Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026): analisis 1.241 sesi konseling ber-DASS-21 dan 9.806 survey response dari 28 perusahaan klien Riliv lintas 8 kluster industri.

Butuh bantuan? Layanan kesehatan jiwa Kemenkes: 119 ext 8. Untuk dukungan kesehatan mental karyawan di organisasimu, kunjungi riliv.co.

Catatan metodologis: angka prevalensi (mis. 69,4% Anxiety Severe+) berasal dari populasi karyawan yang sudah mencari bantuan konseling, bukan populasi karyawan Indonesia umum. Glosarium ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis atau penanganan profesional.