Diawasi olehLogo
← Kembali ke Glossary

PTSD di Tempat Kerja

Lanjutan
Juga dikenal sebagai: Post-Traumatic Stress Disorder

Gangguan stres pascatrauma yang dapat muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis terkait pekerjaan, ditandai dengan gejala yang mengganggu fungsi sehari-hari.

Apa Itu PTSD?

Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) adalah gangguan yang dapat berkembang setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis. Dalam konteks kerja, ini relevan bagi profesi yang menghadapi situasi berbahaya atau menegangkan — petugas darurat, tenaga kesehatan, pekerja konstruksi. Gejala PTSD melampaui respons stres biasa dan dapat bertahan lama jika tidak ditangani.

Relevansi untuk Karyawan Indonesia

PTSD terkait kerja kurang dikenali di Indonesia, padahal paparan trauma di sektor tertentu nyata. Data Riliv menunjukkan kombinasi keluhan fisik dan distress mental yang berat sering muncul bersama, terutama di industri dengan risiko tinggi. Dengan Indonesia salah satu dari 10 negara dengan treatment gap mental health terbesar — 85%+ gangguan tidak mendapat perawatan (Lancet Commission 2021), banyak kasus PTSD kemungkinan tidak terdiagnosis dan tidak tertangani.

Tanda-Tanda yang Perlu Diperhatikan

  • Flashback dan ingatan intrusif tentang peristiwa
  • Mimpi buruk berulang
  • Menghindari pemicu yang terkait peristiwa
  • Perubahan emosi dan fisik: mudah terkejut, sulit tidur
  • Perasaan cemas, sedih, atau marah yang persisten
  • Penurunan kemampuan menjalani pekerjaan

Apa yang Bisa Dilakukan

PTSD memerlukan dukungan terapeutik khusus dari profesional terlatih. Penanganan dini melalui critical incident response setelah peristiwa traumatis dapat mengurangi risiko berkembangnya PTSD penuh. Perusahaan dapat berperan dengan menyediakan jalur akses cepat ke dukungan profesional bagi karyawan yang terpapar peristiwa traumatis.

Catatan: Glossary ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis atau penanganan profesional. Jika kamu atau rekan kerjamu sedang dalam tekanan berat, hubungi layanan kesehatan jiwa Kemenkes di 119 ext 8, atau bicara dengan psikolog berlisensi.

Rujukan & Sumber Otoritas

  1. DSM-5 — PTSD diagnostic criteria
  2. van der Kolk (2014) — The Body Keeps the Score
  3. Data internal Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026)

Klaim berbasis data Riliv merujuk pada Clinical Evidence Riliv (Riliv Problem Taxonomy v1.0, 2026 — n=1.241 sesi konseling DASS-21 + 9.806 survey, 28 perusahaan).

Riliv — Better Mind, Better You

Kamus ini disusun Riliv sebagai sumber edukasi kesehatan mental kerja untuk HR, pemimpin, dan karyawan Indonesia. Data riset bersumber dari Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026): analisis 1.241 sesi konseling ber-DASS-21 dan 9.806 survey response dari 28 perusahaan klien Riliv lintas 8 kluster industri.

Butuh bantuan? Layanan kesehatan jiwa Kemenkes: 119 ext 8. Untuk dukungan kesehatan mental karyawan di organisasimu, kunjungi riliv.co.

Catatan metodologis: angka prevalensi (mis. 69,4% Anxiety Severe+) berasal dari populasi karyawan yang sudah mencari bantuan konseling, bukan populasi karyawan Indonesia umum. Glosarium ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis atau penanganan profesional.