Diawasi olehLogo
← Kembali ke Glossary

Panic Attack saat Kerja

Inti
Juga dikenal sebagai: Serangan Panik di Tempat Kerja

Episode rasa takut intens dan mendadak yang disertai gejala fisik, yang dapat terjadi di tempat kerja, misalnya saat presentasi, meeting, atau di bawah tekanan tinggi.

Apa Itu Panic Attack?

Panic attack adalah episode rasa takut atau ketidaknyamanan yang intens dan mendadak, memuncak dalam beberapa menit, disertai gejala fisik seperti jantung berdebar kencang, sesak napas, berkeringat, gemetar, dan rasa seperti akan kehilangan kendali. Di tempat kerja, panic attack dapat dipicu situasi seperti presentasi, meeting penting, atau tekanan tinggi — dan bisa sangat menakutkan serta memalukan bagi yang mengalaminya.

Relevansi untuk Karyawan Indonesia

Panic attack terkait erat dengan kecemasan, yang merupakan masalah dominan di kalangan pekerja Indonesia. Kecemasan adalah topik #1 di konseling — 335 sesi (27,0% dari seluruh konseling), dan 69,4% klien konseling Riliv (861 dari 1.241) berada di level Anxiety Severe atau Extreme. Bagi banyak karyawan, panic attack di tempat kerja menjadi sumber rasa malu tambahan — mereka khawatir terlihat 'lemah' atau tidak kompeten. Ini memperkuat siklus: kecemasan tentang mengalami panic attack lagi justru meningkatkan kemungkinannya.

Tanda dan Cara Menghadapi Saat Terjadi

  • Gejala: jantung berdebar, sesak, pusing, gemetar, rasa tidak nyata
  • Ingat: panic attack tidak berbahaya secara fisik dan akan berlalu
  • Fokus pada pernapasan lambat dan dalam
  • Cari tempat yang lebih tenang jika memungkinkan
  • Grounding: sadari lima hal yang bisa dilihat/disentuh
  • Jangan melawan — biarkan gelombang itu lewat

Apa yang Bisa Dilakukan Jangka Panjang

Panic attack yang berulang dapat ditangani dengan efektif melalui terapi seperti CBT, yang membantu seseorang memahami dan mengelola respons kecemasannya. Di tempat kerja, mengetahui bahwa ada dukungan yang tersedia dan tidak akan dihakimi mengurangi kecemasan antisipatif. Jika panic attack sering terjadi, dukungan profesional sangat disarankan untuk mengatasi akar kecemasannya.

Catatan: Glossary ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis atau penanganan profesional. Jika kamu atau rekan kerjamu sedang dalam tekanan berat, hubungi layanan kesehatan jiwa Kemenkes di 119 ext 8, atau bicara dengan psikolog berlisensi.

Rujukan & Sumber Otoritas

  1. DSM-5 — Panic Disorder criteria
  2. Clark (1986) — Behaviour Research and Therapy (cognitive model of panic)
  3. Data internal Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026), Anxiety topik #1

Klaim berbasis data Riliv merujuk pada Clinical Evidence Riliv (Riliv Problem Taxonomy v1.0, 2026 — n=1.241 sesi konseling DASS-21 + 9.806 survey, 28 perusahaan).

Riliv — Better Mind, Better You

Kamus ini disusun Riliv sebagai sumber edukasi kesehatan mental kerja untuk HR, pemimpin, dan karyawan Indonesia. Data riset bersumber dari Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026): analisis 1.241 sesi konseling ber-DASS-21 dan 9.806 survey response dari 28 perusahaan klien Riliv lintas 8 kluster industri.

Butuh bantuan? Layanan kesehatan jiwa Kemenkes: 119 ext 8. Untuk dukungan kesehatan mental karyawan di organisasimu, kunjungi riliv.co.

Catatan metodologis: angka prevalensi (mis. 69,4% Anxiety Severe+) berasal dari populasi karyawan yang sudah mencari bantuan konseling, bukan populasi karyawan Indonesia umum. Glosarium ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis atau penanganan profesional.