Diawasi olehLogo
← Kembali ke Glossary

Job Demands-Resources Model (JD-R)

Lanjutan
Juga dikenal sebagai: Model Tuntutan-Sumber Daya Kerja

Kerangka teoritis yang menjelaskan bagaimana keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan sumber daya kerja menentukan kesejahteraan, burnout, dan engagement karyawan.

Apa Itu Model JD-R?

Job Demands-Resources Model (JD-R), dikembangkan Demerouti, Bakker, dan kolega (2001), adalah kerangka yang menjelaskan kesejahteraan kerja melalui keseimbangan dua faktor. Job demands (tuntutan kerja) adalah aspek yang menguras energi — beban kerja, tekanan waktu, konflik. Job resources (sumber daya kerja) adalah aspek yang mendukung — otonomi, dukungan, pengakuan, kesempatan berkembang. Keseimbangan keduanya menentukan apakah seseorang mengalami burnout atau engagement.

Relevansi untuk Karyawan Indonesia

Model JD-R menjelaskan secara teoritis apa yang ditunjukkan data Riliv secara empiris. Distress karyawan Indonesia sering muncul dari tuntutan tinggi (beban kerja, target, jam panjang) yang tidak diimbangi sumber daya memadai (dukungan, otonomi, pengakuan). Triple-hit di manufaktur (BBF2024): 75% Depresi, 80% Anxiety, 80% Stress Severe+ secara simultan adalah contoh ekstrem dari ketidakseimbangan ini. Model ini berguna karena menunjukkan dua jalur intervensi: mengurangi tuntutan yang berlebihan, atau menambah sumber daya yang mendukung.

Dua Jalur dalam Model JD-R

  • Jalur kesehatan: tuntutan tinggi tanpa sumber daya → burnout
  • Jalur motivasi: sumber daya memadai → engagement
  • Job demands: beban kerja, tekanan, konflik peran
  • Job resources: otonomi, dukungan, umpan balik, pengakuan
  • Sumber daya dapat menyangga dampak negatif tuntutan

Mengapa Ini Berguna

Model JD-R memberi HR dan pemimpin kerangka praktis untuk mendiagnosis masalah kesejahteraan. Alih-alih sekadar 'menambah program wellness', model ini mengarahkan pada pertanyaan yang tepat: apakah tuntutan terlalu tinggi? Apakah sumber daya cukup? Intervensi yang menyeimbangkan keduanya — bukan hanya melatih karyawan untuk 'lebih tahan' — adalah yang paling efektif dan adil.

Rujukan & Sumber Otoritas

  1. Demerouti et al. (2001) — Journal of Applied Psychology
  2. Bakker & Demerouti (2017) — Journal of Occupational Health Psychology
  3. Data internal Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026)

Klaim berbasis data Riliv merujuk pada Clinical Evidence Riliv (Riliv Problem Taxonomy v1.0, 2026 — n=1.241 sesi konseling DASS-21 + 9.806 survey, 28 perusahaan).

Riliv — Better Mind, Better You

Kamus ini disusun Riliv sebagai sumber edukasi kesehatan mental kerja untuk HR, pemimpin, dan karyawan Indonesia. Data riset bersumber dari Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026): analisis 1.241 sesi konseling ber-DASS-21 dan 9.806 survey response dari 28 perusahaan klien Riliv lintas 8 kluster industri.

Butuh bantuan? Layanan kesehatan jiwa Kemenkes: 119 ext 8. Untuk dukungan kesehatan mental karyawan di organisasimu, kunjungi riliv.co.

Catatan metodologis: angka prevalensi (mis. 69,4% Anxiety Severe+) berasal dari populasi karyawan yang sudah mencari bantuan konseling, bukan populasi karyawan Indonesia umum. Glosarium ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis atau penanganan profesional.