Gen Z di Tempat Kerja
Generasi pekerja termuda yang membawa ekspektasi, nilai, dan tantangan kesehatan mental yang khas ke tempat kerja, termasuk beban perbandingan media sosial dan tuntutan makna dalam pekerjaan.
Siapa Gen Z di Tempat Kerja?
Gen Z (lahir sekitar 1997–2012) adalah generasi termuda di angkatan kerja. Mereka tumbuh dengan media sosial dan teknologi digital, membawa ekspektasi yang berbeda: lebih terbuka soal kesehatan mental, mencari makna dan tujuan dalam pekerjaan, dan menghargai keseimbangan kerja-hidup. Namun mereka juga menghadapi tantangan kesehatan mental yang khas generasi mereka.
Relevansi untuk Karyawan Indonesia
Data Riliv menangkap pola distress khas Gen Z Indonesia. Di perusahaan tech dan kreatif, Riliv mencatat profil 'high-performing Gen Z' dengan perfeksionisme yang terinternalisasi, impostor syndrome kronis, dan kebingungan hidup di tengah beban perbandingan media sosial. Menariknya, 73% Anxiety Severe+ dan 69% Stress Severe+ di pendidikan (SEKOLAHMU25) — di sektor dengan tenaga kerja muda, distress tetap tinggi meski kompensasi baik. Burnout Gen Z sering muncul bukan sebagai kelelahan fisik klasik, tapi sebagai analysis paralysis dan kebingungan tujuan.
Karakteristik dan Tantangan
- Lebih terbuka membicarakan kesehatan mental
- Mencari makna dan tujuan, bukan sekadar gaji
- Beban perbandingan media sosial yang konstan
- Perfeksionisme dan impostor syndrome
- Menghargai fleksibilitas dan keseimbangan
- Toleransi rendah terhadap lingkungan kerja toxic
Apa yang Bisa Dilakukan
Mendukung Gen Z berarti menyediakan dukungan kesehatan mental yang mudah diakses lewat kanal digital yang mereka sukai, memberi makna dan umpan balik yang jelas, serta menghormati batasan kerja-hidup. Karena mereka lebih terbuka, mereka cenderung memanfaatkan layanan kesehatan mental jika hambatannya rendah — sebuah peluang untuk deteksi dan intervensi dini yang lebih baik daripada generasi sebelumnya.
Rujukan & Sumber Otoritas
- Deloitte Gen Z and Millennial Survey (2023)
- Twenge (2017) — iGen
- Data internal Riliv Problem Taxonomy v1.0 (2026), tech/media & pendidikan
Klaim berbasis data Riliv merujuk pada Clinical Evidence Riliv (Riliv Problem Taxonomy v1.0, 2026 — n=1.241 sesi konseling DASS-21 + 9.806 survey, 28 perusahaan).